© Copyrights 2026. Sistem Informasi Desa
Administrator
16 January 2026
29 January 2026
21 January 2026
07 January 2026
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Mitra Samya dan GIZ–ISASP menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Data Berkualitas untuk Program Mata Pencaharian Baru Berkelanjutan (Sustainable Livelihood Models/SLM) pada 14–15 Januari 2026 di Raja Hotel Kuta Mandalika. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat desa terhadap risiko bencana dan dampak perubahan iklim melalui penyediaan data yang akurat, mutakhir, dan berbasis spasial.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping desa, tim teknis, dan enumerator dalam membangun serta memanfaatkan data berkualitas berbasis geotagging sebagai dasar perencanaan program penghidupan berkelanjutan yang adaptif, inklusif, dan berbasis bukti. Data yang dikembangkan mencakup profil risiko bencana, kapasitas sosial-ekonomi masyarakat, serta potensi inovasi penghidupan lokal dengan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti perempuan, lansia, penyandang disabilitas, petani, dan peternak.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan teknis terkait penyempurnaan instrumen survei, penggunaan aplikasi pengumpulan data berbasis geospasial, serta simulasi dan diskusi lapangan. Pelatihan ini menjadi tahap penting sebelum pelaksanaan geotagging di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, yang akan dilanjutkan dengan proses verifikasi, validasi, dan pleno desa guna memastikan data yang dihasilkan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kolaborasi multipihak antara FPRB, pemerintah desa, masyarakat, Mitra Samya, dan GIZ–ISASP, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan basis data dan peta kerentanan yang kuat sebagai landasan perumusan kebijakan dan pengembangan model mata pencaharian berkelanjutan. Upaya ini sekaligus mendukung pembangunan desa yang inklusif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.